SKINS VERSION SKINS COLOR LAYOUT STYLE
BACKGROUND PATTERNS

Permenristekdikti RI Nomor 62 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjmainan Mutu Pendidikan Tinggi dan Permenristekdikti RI Nomor 32 Tahun 2016 Tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi

Pada Tanggal 23-25 November 2016, Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti mengadakan sosialisasi Permenristekdikti No. 32 Tahun 2016 Tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi dan Permenristekdikti RI Nomor 62 Tahun 2016 Tentang Sistem Penjmainan Mutu Pendidikan Tinggi. Bertempat di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, acara ini dihadari oleh hampir seluruh perwakilan perguruan tinggi negeri dan kopertis di Indonesia. Bertindak sebagai pemateri pada acara sosialisasi Permenristekdikti No.62 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu adalah Prof. Dr. Johanes Gunawan, SH, LL.M,  dan pemateri pada acara sosialisasi Permenristekdikti No.32 Tahun 2016 tentang Akreditasi Prodi dan Perguruan Tinggi adalah Dwiwahju Sasongko, Ph.D, Ketua Majelis Akreditasi Periode 2016-2021.

Poin-poin utama dalam pemamparan acara sosialisasi tersebut, diantaranya adalah:

Standar Pendidikan Tinggi dan Budaya Mutu

Tujuan utama dari adanya Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPMPT) adalah pembentukan budaya mutu pada sebuah perguruan tinggi. Budaya mutu dapat dilihat dari pola pikir, pola sikap, dan pola tindak dari seluruh stakeholder yang ada di perguruan tinggi telah didasarkan pada standar-standar pendidikan tinggi yang ditetapkan. Standar Pendidikan Tinggi terdiri atas Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan Standar Pendidikan Tinggi yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi. SNPT ditetapkan pada Permenristekdikti No. 44 Tahun 2016 yang meliputi Standar Nasional Pendidikan, Standar Nasional Penelitian, dan Standar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat yang masing-masing terdiri dari 8 standar. Sedangkan Standar Pendidikan Tinggi yang Ditetapkan oleh Perguruan Tinggi disusun dan dikembangkan oleh perguruan tinggi  terdiri atas standar dalam bidang akademik dan nonakademik yang secara kualitatif maupun kuantitatif harus melampaui  SNPT. Standar yang telah dibuat ditetapkan dalam peraturan pemimpin perguruan tinggi bagi PTN, atau peraturan badan hukum penyelenggara bagi PTS, setelah disetujui senat pada tingkat perguruan tinggi.

 

Sistem Penjaminan Mutu (SPM) Dikti

SPM Dikti terdiri atas SPM Internal (SPMI) dan SPM Eksternal (SPME) yang didasarkan pada Standar Pendidikan Tinggi. SPMI memiliki sikulus kegaiatan yang terdiri atas penetapan, pelaksanaan, evaluasi pelaksanaan, pengendalian pelaksanaan, dan peningkatan Standar Pendidikan Tinggi (PPEPP) yang diimplementasikan pada semua bidang kegiatan perguruan tinggi. Penanggungjawab SPMI adalah PT masing-masing. Sedangkan SPME  memiliki siklus kegiatan tahap evaluasi data dan informasi, penetapan status akreditasi dan peringkat terakreditasi, tahap pemantauan dan evaluasi status akreditasi dan peringkat terakreditasi (EPP). Penanggungjawab SPME adalah BAN-PT dan/atau LAM melalui akreditasi dengan kewenangan masing-masing. Luaran penetapan SPMI oleh PT digunakan oleh BAN- PT atau LAM untuk penetapan status dan  peringkat terakreditasi PT atau Prodi.

 

Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT)

PDPT menjadi sebuah hal yang sangat penting pada sebuah PT, karena seluruh data, informasi pelaksanaan, serta luaran SPMI harus dilaporkan dan disimpan di PDPT. Salah satu proses akreditasi oleh BAN-PT dan/atau LAM nantinya akan menambil data secara langsung dari PDPT. Jika melihat siklus akreditasi, ada satu tahap baru dibandingkan dengan permen sebelumnya, yaitu adanya tahap pemantauan dan evaluasi status akreditasi. Tahap ini sangat memungkinkan status akreditasi pada sebuah PT dicabut jika isian antara Isntrumen Akreditasi (Borang Akreditasi) tidak sesuai dengan data yang dilaporkan pada PDPT

 

Komentar (0)

Komentar