Bali, 16–17 September 2026 – Dalam upaya memperkuat pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), PPMPP PENS melaksanakan kegiatan benchmarking ke Politeknik Negeri Bali (PNB) pada Rabu, 16 September 2026, dan Universitas Udayana pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan, berbagi praktik baik, serta memperoleh masukan dalam pengembangan sistem penjaminan mutu yang efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kunjungan ke Politeknik Negeri Bali
Kunjungan pertama dilaksanakan di Politeknik Negeri Bali. Rombongan PENS diterima oleh Kepala PPMPP PNB, Prof. Dr. Putu Wijaya Sunu, S.T., M.T., bersama tim yang menangani bidang pembelajaran, sistem informasi, serta pengadministrasian dan perencanaan.
Diskusi berlangsung hangat dengan fokus pada penguatan sistem informasi dalam mendukung pelaksanaan SPMI. Sistem informasi yang terintegrasi dinilai memiliki peran penting dalam mempermudah pengumpulan data, pemantauan ketercapaian standar, serta penyediaan informasi yang akurat untuk pengambilan keputusan. Selain itu, kedua institusi bertukar pengalaman mengenai strategi pengelolaan akreditasi di tengah bertambahnya jumlah program studi, sehingga proses pemenuhan dokumen, pemantauan indikator, dan koordinasi antarunit dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien.

Kunjungan ke Universitas Udayana
Pada Kamis, 17 September 2026, rombongan PENS melanjutkan kegiatan benchmarking ke Universitas Udayana. Rombongan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kemitraan, Prof. Dr. Eng. Ir. Made Sucipta, S.T., M.T., IPM., beserta jajaran yang terdiri atas unsur Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta tim akreditasi internasional dan perencanaan.
Pembahasan mencakup berbagai aspek strategis penjaminan mutu, mulai dari pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) dan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM), hingga pendampingan akreditasi pada tingkat nasional maupun internasional. Diskusi juga mengulas tantangan pengelolaan standar mutu di lingkungan universitas dengan ratusan program studi yang memiliki karakteristik dan kebutuhan akreditasi berbeda-beda.
Salah satu hal penting yang menjadi perhatian adalah penerapan target kinerja yang spesifik sesuai dengan karakteristik masing-masing program studi. Pendekatan ini memberikan ruang bagi setiap program studi untuk mengembangkan keunggulan dan memenuhi kebutuhan peningkatan mutu berdasarkan bidang keilmuan, jenjang pendidikan, serta orientasi pengembangannya. Pengalaman Universitas Udayana menjadi referensi berharga bagi PENS dalam mengembangkan sistem pemantauan mutu dan pendampingan akreditasi yang lebih terarah.

Memperkuat Budaya Mutu Berkelanjutan
Melalui kegiatan benchmarking ini, PPMPP PENS memperoleh berbagai wawasan dan praktik baik yang dapat menjadi bahan evaluasi serta pengembangan sistem penjaminan mutu di lingkungan PENS. Penguatan sistem informasi, efektivitas pelaksanaan AMI dan RTM, pengelolaan data akreditasi, serta penetapan target mutu sesuai karakteristik program studi menjadi beberapa aspek penting yang dapat ditindaklanjuti.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar perguruan tinggi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan, meningkatkan efektivitas pelaksanaan SPMI, serta mendukung pencapaian standar mutu dan akreditasi nasional maupun internasional. Dengan mengadaptasi praktik baik yang relevan, PENS berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan mutu secara sistematis, terukur, dan berkesinambungan.
